Hari-hari ini aku mulai terbiasa tidak memikirkan mu,. Kamu tau? Berhenti memikirkan mu rasanya seperti angin segar bagi ku, begitu sejuk dan melegakan. Tidak seindah dan mudah memang, sisa-sisa luka itu terkadang masih muncul, setidaknya tidak setiap hari.
Walau..... perpisahan itu memiliki akibat terhadap diri ku.
Aku ingin kembali, seperti sebelum aku mengenal mu. Mudah tertawa tanpa terbeban, tidak membatasi diri dan terkurung dalam masa sukar. Aku ingin bisa bermain dengan bebas, bertemu banyak orang dan melangkah ringan. Duduk dalam transportasi umum tanpa pandangan kosong.
Sebegitu hebatkah engkau hingga membuat hidup ku seolah hancur tanpa arti? Atau aku yang berlebihan menyukai mu?
Hebat....
Aku benci waktu-waktu ini....
When my brain full of words, I will write everything cant discribe all of with my month. It is very helpful for me.
Tuesday, November 22, 2011
Sunday, November 13, 2011
HEART
I'M STILL LOVING YOU. UNTIL THIS SECOND. I'M STILL THINKING ABOUT YOU.
AND ITS HURT
CAN YOU LOVE LIKE THE FIRST MOMENT??
I MISS YOU.....
JANJI
Janji hanya akan menjadi sebuah janji yang sulit untuk diubah untuk ditepati. Rasanya terlalu lelah untuk mengatakan aku berjanji untuk tidak menangis akan peristiwa yang menyakitkan itu. Beribu-ribu janji telah disumpahkan, tapi tak kunjung satu pun tertepati.
Aku pikir 1 bulan cukup, ternyata butuh waktu yang lama untuk bisa menghilangkan rasa pahit ini. Keinginan kuat untuk bisa berjalan teggak tanpa menundukan leher sembunyikan raut haru. Hampir setiap hari aku memikirkannya. Sembari membiarkan lirik-lirik mengalun di gendang telinga, kenangan dan keinginan akan dia menari indah dipikiran ku. Itu menyiksa ku. Aku kesulitan menghentikannya.
Badan kurus ku semakin kurus. Muak mendengar setiap orang mengatakan itu. Aku semakin tidak suka makan, tidak ada selera untuk menelan makanan lezat itu. Tidur ku semakin hari semakin larut dan bangun dipagi buta untuk melanjutkan akifitas ku. Kegiatan ku hanya kekantor dan kuliah di akhir pekan. Tidak lagi terpikirkan untuk bersenang-senang dengan sahabat ku. Menolak orang-orang terdahulu yang khawatir terhadap ku. Aku pura-pura tidur saat mereka mengunjingi ku ke rumah. Aku menutup diri untuk bermain.
Aku kesepian.
Bolehkah aku tetap bertahan dan berjuang untuk mendapatkannya kembali?
Hahahahahaa, keberanian ku tidak sebesar itu.
Biarlah aku menahan sakit ini sampai waktunya tiba.....
Subscribe to:
Posts (Atom)