Sunday, November 13, 2011

JANJI

Janji hanya akan menjadi sebuah janji yang sulit untuk diubah untuk ditepati. Rasanya terlalu lelah untuk mengatakan aku berjanji untuk tidak menangis akan peristiwa yang menyakitkan itu. Beribu-ribu janji telah disumpahkan, tapi tak kunjung satu pun tertepati.

Aku pikir 1 bulan cukup, ternyata butuh waktu yang lama untuk bisa menghilangkan rasa pahit ini. Keinginan kuat untuk bisa berjalan teggak tanpa menundukan leher sembunyikan raut haru. Hampir setiap hari aku memikirkannya. Sembari membiarkan lirik-lirik mengalun di gendang telinga, kenangan dan keinginan akan dia menari indah dipikiran ku. Itu menyiksa ku. Aku kesulitan menghentikannya.

Badan kurus ku semakin kurus. Muak mendengar setiap orang mengatakan itu. Aku semakin tidak suka makan, tidak ada selera untuk menelan makanan lezat itu. Tidur ku semakin hari semakin larut dan bangun dipagi buta untuk melanjutkan akifitas ku. Kegiatan ku hanya kekantor dan kuliah di akhir pekan. Tidak lagi terpikirkan untuk bersenang-senang dengan sahabat ku. Menolak orang-orang terdahulu yang khawatir terhadap ku. Aku pura-pura tidur saat mereka mengunjingi ku ke rumah. Aku menutup diri untuk bermain.

Aku kesepian.

Bolehkah aku tetap bertahan dan berjuang untuk mendapatkannya kembali?

Hahahahahaa, keberanian ku tidak sebesar itu.

Biarlah aku menahan sakit ini sampai waktunya tiba.....


No comments:

Post a Comment