kata motivasi pagi ini adalah mengawali dengan baik dan mengahiri dengan baik sehingga tanggung jawab atas apa yang telah dimulai merupakan bentuk dari kedewasaan.
Aku mengirimkan pesan berantai kebeberapa orang yang mungkin bisa memerkati mereka pagi ini, termasuk kamu. Sebenarnya itu terlintas di pikiran ku karena masalah kita yang sampai sekarang belum tuntas.
Aku bersyukur, akhirnya memutuskan memasukan kontak mu dalam pesan berantai ini. Entah berpengaruh atau tidak, setidaknya pagi ini kau mengirimkan pesan padaku, walau menyakiti perasaanku lagi.
Aku teringat akan cinta mula-mula, dimana awal dari segalanya, awal dari kebahagiaan, dari sejuta rekahan senyum. Aku membuka kembali setiap memori itu dan file-file yang menyimpan beberapa cerita akan kisah kita. Kamu ingat, waktu kita berlomba menuliskan apapun yang berkisah mengenai kita? aku membukanya kembali, itu sangat membantu ku untuk tidak menghapus perasaan ku.
Ku kutip kembali tulisan ku, namun ku keep dalam file ku saja tulisan mu. Semoga membantu mu merasakan kembali rasa itu. Aku menunggu mu. Apapun keputusan nanti, aku akan siap menerimanya.
Dear you,
Matahari merah meredup berganti bintang. Aku menatap bintang-bintang kecil dilangit-langit kamar. Tentu bukan bintang bersinar terang dari langit, tapi tempelan bintang glow in the dark menghiasi langit kamar ku yang digelapkan.
Aku merenung. Pernyataan itu keluar dari mulutnya. Tidak lain tidak bukan ungkapan hati akan gelora emosi cinta dari hatinya. Terlalu dini, ya, terlau dini untuk dijalankan. Terlalu dini untuk mengumbar perasaan ini. Mungkinkah sedini ini? Akhh, tidak mungkin. Cinta itu muncul dengan waktu. Bagaimana bisa perasaan itu muncul dalam waktu singkat? Cinta itu di sertai kebersamaan yang cukup lama. Saling mengenal jauh lebih dalam lagi.
Aku bingung,mengerutkan dahi tanda keraguan ku. Aku suka dia? Ya.. Aku tertarik padanya? Pasti…
Tapi, apa iya aku mencintainya? 2 bulan itu benar-benar waktu yang singkat. Apakah ini hanya perasaan di permukaan saja?
Aku hanya bisa ragu, selalu seperti itu. Hanya bisa berpikir “apakah nanti…. Bagaimana jika….” Hanya berani memiliki angan tanpa perlu melangkah. Benarkah?
Perlahan aku berusaha menerobos waktu, membunuh angan dan mengejar mimpi.
Setiap kata manis yang terucap dari hati manisnya selalu aku simpan dengan baik dikotak manis ku. Aku seperti anak kecil pengoleksi coklat. Sesuatu yang sangat ia suka, tidak akan dia makan, namun dimasukan ke kotak koleksinya, disimpan rapih.
Kata-katanya seperti coklat, manis, namun sayang untuk dimakan dan dilenyapkan wlau mengenyangkan. Kata-katanya selalu ku simpan. Tindakannya selalu kuingat, belaian sayang selalu melekat, sayangnya selalu menempel dikepala ku.
Kerelaannya, perhatiannya, genggaman hangatnya, penjagaan dan penenangnya menjadi strong point bagi ku. Hari demi hari aku semakin yakin untuk menghancurkan bentuk keraguan dan ketakutan yang tidak akan terjadi. Aku yakin padanya.
Aku tidak akan pernah lupa pertama kali dia membukakan pintu mobil untuk ku. Tidak akan pernah lupa pertama mengatakan sayang padaku. Tidak akan pernah lupa dia menangis untuk ku pertama kalinya. Tidak akan pernah lupa pertama kali dia menggengam tanganku saat aku kedinginan di theater, Tidak pernah lupa pertama kali membelai rambut ku, mengecup kepala ku, pertama kali menenangkan ku saat menangis dan tentu tidak akan pernah lupa dia yang selalu mencintai ku – PERTAMA dalam ketidak raguan ku. Karena dialah, a history maker in my life, yang mampu mengubah paradigm iu selama ini.
Jadi? Apakah aku mencintainya dalam waktu 2 bulan? YES, I DO. And I will love him more than now. Forever and ever.
No comments:
Post a Comment