Aku sungguh menikmati setiap detail perasaan ini. Aku merasa bahagia meski ada suatu hal yang mengejar-ngejar pikiran ku sampai aku kesulitan memejamkan mataku dimalam hari jika hak itu teringat.
Tapi itu sementara, aku merasakan kesesakan yang memburu di beberapa hari-hari ku bersamanya. Dia seperti mengurangi perasaannya pada ku. Entahlah, apa itu masuk dalam kategori kesensitifan ku atau memang kenyataannya seperti itu, atau hal lain yang membuatnya menjadi seperti itu?
Sudahlah, aku berusaha mengerti setiap hal yang dia lakukan. Bukankah itu yang diinginkan dari setiap pasangan, mengerti setiap hal-hal yang sedang terjadi pada mereka? Aku sesak ditengah minggu, dan mampu menghidup udara di akhir pekan. Terkadang aku lelah berpikir dan ingin mengakhiri segalanya detik ini.
Ingatkah kamu, bahwa aku teramat sangat menyukai mu, jauh sebelum aku memutuskan untuk bersamamu? Isi kepalaku berisi semua mengenai mu yang sedang melakukan atau berpikir apa.Berpikirkah kamu perasaan ku saat ini, setiap guliran air mata menahan kesesakan ini?
Aku marah, aku emosi, kamu diam menunggu redaman ubun-ubun ku yang memanas. Padahal aku berharap kamu mengatakan "Sayang, tunggu aku menjelaskan semuanya. Aku tetap memikirkan mu", tapi sepertinya itu hanya khayalan ku saja. Kamu menginginkan aku yang kuat tanpa mengeluh sepertinya.
Baiklah, aku buktikan kalau aku kuat. Aku akan kembali seperti aku sebelum mengenal mu, sedikit mengurangi kepedulian ku. Kalau itu yang bisa membuat mu senang.
Jangan salahkan aku jika suatu saat nanti perasaan ku kembali menjadi kaku dan menganggap tidak detail adalah hal yang wajar.
Ingat, kau yang mengajarkannya pada ku.
No comments:
Post a Comment