Sekerasnya batu akan hancur juga dengan tetesan air, hanya berhitung dengan waktu. Setiap prinsip keras yang diteguhkan, hitungan waktu menjadi prinsip lunak. Karena dialah, prinsip keras ku melunak.
Setiap manusia membutuhkan kasih sayang, butuh diperhatikan lebih dari perhatian biasa.
Dia mengubah banyak paradigma ku, keegoisan ku, keterpurukan ku bahakn ketidakpercayaan ku.
Dia bertindak terlalu cepat, bahkan aku sampai kesulitan mengingat hal-hal apa saja yang sudah dikerjakannya. Dia seperti memercikan air, membangunkan ku dari setiap keraguan. Dan dialah yang memberikan ku keberanian untuk bertindak, berani akan resiko.
Rasanya aku mulai tertarik, hmmm, atau menyukainya. Aku tidak bisa menolak setiap ajakannya, teleponnya, bahkan aku berusaha mencari cara bagaimana bisa memenuhi ajakannya.
Aku seperti anak SMA yang menemukan cinta pertama mereka. Isi kepala hanya dia. Mencari jika tidak dicari.
Oh yaa, aku sungguh jatuh cinta, sungguh mengagumi. Perasaan ku seperti soda cola yang di kocok, saat di buka menghambur ke segala permukaan.
Aku menyenangi kondisi ini.
No comments:
Post a Comment